Featured
Showing posts with label Notes. Show all posts
Showing posts with label Notes. Show all posts

Sunday, August 2, 2020

Berharap Hanya Pada Allah





Saat segala sesuatu berjalan tidak sesuai dengan harapan kita, saat tidak ada seorangpun yang mau menolong kita dari kesulitan, saat segala kebaikan kita tidak dihargai, saat kita diabaikan dan dianggap tidak penting, saat segenap perhatian dan kasih sayang kita untuk seseorang tidak dibalas dengan hal yang sama bahkan tidak dianggap, saat seseorang yang kita harapkan dapat menjadi teman berbagi cerita sekedar hanya untuk meringankan beban dihati, tetapi dia tidak pernah peduli pada kita, wajarkah jika kita merasa kecewa?
Selintas terbersit perasaan wajar saja jika kita kecewa dan merasa sedih.. tetapi sebenarnya mungkin yang membuat kita menjadi kecewa itu adalah kita berharap sesuatu darinya. Berharap ingin dibantu, ingin diperhatikan, ingin sekali-sekali disapa duluan, ingin dia bisa mengerti perasaan kita, dan ingin-ingin lainnya yang semua itu berupa harapan kita kepadanya..

Jadi.. memang benarlah adanya, bahwa sebaik-baik tempat kita berharap hanyalah pada Allah SWT. Sebaik-baik tempat kita curhat hanyalah pada Allah. Karena hanya Allah lah yang paling mengerti perasaan kita, paling mengetahui apa yang kita butuhkan, paling setia dan sabar mendengarkan segala curhatan kita mau sepanjang apapun curhatan kita kepada-Nya, Allah pasti mendengarkan bahkan jika kita tetap sabar dan terus berprasangka baik serta berharap pada Allah, Allah pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik bagi masalah kita.. sedangkan berharap pada makhluk (manusia) hanya akan mendatangkan perasaan kecewa dan sedih.. Hal ini bisa kita lihat di dalam Al Qur'an :



وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

" dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap." (Q.S.94 Asy-Syarḥ : 8)


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

" ..Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya." (Q.S.65 Aṭ-Ṭalāq : 4)

Mungkin, satu-satunya cara agar kita tidak kecewa hanyalah dengan keikhlasan hati. Lakukan segala sesuatu dengan ikhlas, dengan mengharap hanya keridhoan Allah pada kita. Kebaikan kita, rasa sayang kita, ketulusan kita dalam memberi kepada siapapun, berharaplah kita akan mendapatkan keridhoan Allah dengan melakukan segala kebaikan dan ketulusan kita tersebut. Sehingga jika semua kebaikan kita tersebut tidak dibalas oleh manusia, kita akan terhindar dari rasa kecewa, karena kita yakin Allah maha mengetahui niat baik kita dan yakin bahwa Allah tidak pernah ingkar janji.

Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita untuk selalu menjaga hati dari berharap selain kepada-Nya.. Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin..

(SELF REMINDER)

Sumber gambar : google

Monday, November 6, 2017

Bukan Milikku




بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

BUKAN MILIKKU…

Puisi terakhir WS Rendra (1935 – 2009)
(di buat sesaat sebelum dia wafat)

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?
UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja …
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA….

Ketika aku berdo’a,
kuminta titipan yang cocok dengan
KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Mitra Dagang ku
dan bukan sebagai Kekasih!

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …

Duh ALLAH …

Padahal setiap hari kuucapkan,
Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH …

Sebab aku yakin….
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku …
KEHENDAKMU adalah yang ter BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat untuk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
….aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA,
maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita *YAKIN BISA.
Tetapi karena kita YAKIN BISA.!
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK
yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LENTERA
yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,maka BERDOALAH untuk kebaikan.

Di-Share karena ini sangat bagus untuk pembelajaran kehidupan kita semua…

Posted by

Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Monday, August 22, 2016

Anakku AmanahMu





Ada beberapa hal tentang anak yang harus kita pahami, yaitu :

I. Anak itu sebagai perhiasan hidup.
Rasul melarang kita berbicara yang jelek-jelek terhadap anak kita, walaupun kita sedang marah terhadap anak. Karena anak juga harus dihargai, harus dijaga perasaanya agar tidak terluka. Jadi, ucapkanlah selalu kata-kata yang positif terhadap anak, termasuk saat menasehatinya. Contohnya, jika anak susah mandi, akan lebih enak didengar dan diterima oleh anak jika kita menasehatinya dengan perkataan yang baik, seperti : "Nak.. mandi dulu ya biar badanmu segar, wangi dan sehat.." ketimbang menasehatinya dengan perkataan yang dapat melukai hati anak, seperti : " Nak.. mandi dulu biar badanmu gak bau seperti itu.."  Mungkin hal ini sering dianggap sepele, tetapi perkataan yang tidak baik itu bisa membekas di hati anak dan menurunkan rasa percaya diri pada anak.

II. Anak bisa merupakan fitnah atau ujian hidup bagi kita.  
Seperti dijelaskan dalam Al Qur'an : 




" Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu adalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar." (Q.S. An Anfal 8; 28) 

Oleh karenanya, kita harus tetap berkata dan bersikap baik terhada anak walaupun anak tersebut mengecewakan kita.

III. Anak bisa menjadi musuh bagi kita.
Terkadang anak bisa menghalangi kita untuk beramal shaleh atau beribadah kepada Allah SWT. Jangan sampai gara-gara anak kita tidak bisa beribadah atau anak dijadikan alasan untuk tidak beribadah. Contohnya, kita sampai meninggalkan sholat dengan alasan tidak sempat karena sibuk mengurus segala keperluan anak.

Hal ini dipertegas oleh ayat-ayat Al Qur'an sebagai berikut :




" Hai orang-orang beriman! sesungguhnya di antara pasangan-pasanganmu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Q.S.At-Taghaabun 64;14)




" Hai orang-orang beriman! janganlah harta dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Siapapun yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (Q.S.Al-Munaafiquun 63;9)

Kita tidak boleh lupa kepada Allah karena anak. Karena itu, kita dilarang melahirkan anak yang lemah, tetapi harus melahirkan anak yang sholeh, dengan cara :

  1. Hendaklah kita punya rasa khawatir pada anak,
  2. Bertakwa pada Allah untuk melahirlan anak yang shaleh,
  3. Berkata yang baik. Berkata yang baik bukan berkata secara pelan-pelan, tetapi sesuai dengan kaidah agama, jujur apa adanya.


Karena anak adalah amanah dari Allah, tentunya kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah. Oleh karena itu kita harus mendidik anak agar menjadi shaleh.

Beberapa hal yang menjadi pemicu kenakalan anak yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut  :


  1. Kegersangan cinta; dalam hal ini berarti kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua.
  2. Suka dipukul dan dipermalukan; salah satu contohnya, jangan pernah memarahi anak didepan banyak orang atau teman-temannya.
  3. Munculnya kemiskinan; jika kita sedang kekurangan materi atau sesuatu, harus disampaikan kepada anak dan minta pengertian dari anak.
  4. Di jaman sekarang memang kita tidak mungkin menghindari internet dan gadget pada anak, maka antisipasi nya dari orangtua adalah berdialog secara terbuka dengan anak, dekati anak dan ajak berdialog secara halus mengenai teman-teman dan hal-hal lainnya.


Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah Swt untuk bisa menjadi orangtua yang shaleh, bijaksana dan melahirkan anak-anak yang shaleh pula.. Aamiin YRA...


Sumber : Kajian Islam Selama Sepekan (KISS) Ramadhan 1437 H,  Majelis Taklim Ummahatul Firdaus, oleh Ust. Ahmad Humaedi.

Sumber Gambar : Google.co.id

Wednesday, August 17, 2016

Mengenal Golden Age Dalam Islam





Manusia awalnya berada pada masa yang tidak dapat diberikan nama sekalipun, kemudian Allah menjadikan nya sempurna melalui proses biologis dari air mani terbaik dan dijadikan bisa mendengar dan melihat, maka manusia pun bisa bersyukur ataupun jadi kufur, karena manusia punya kecenderungan baik dan buruk.  Hal ini dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur'an sebagai berikut ; 





" Bukankah pernah datang kepada manusia suatu masa, yang ketika itu ia belum menjadi sesuatu yang bisa disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sel sperma yang membuahi ovum. Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), lalu Kami jadikan manusia bisa mendengar dan melihat. Sesungguhnya, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur." (Q.S.Al-Insaan 76 : 1-3)  

Maksud dari ayat diatas antara lain adalah : Manusia harus sadar bahwa dirinya berasal dari "ia belum menjadi sesuatu", bahkan tidak punya nama. Oleh karena itu, manusia tidak boleh takabur, karena berasal hanya dari sel sperma yang sangat lemah. Pada prinsipnya, Allah telah menunjukkan jalan kebaikan dan kebenaran kepada manusia. Namun, manusia sendirilah yang menentukan apakah ia akan mengambil jalan lurus untuk menjadi orang yang bersyukur atau mengambil jalan kufur.




" Katakan, "Allah-lah yang menciptakanmu dan menjadikan untukmu pendengaran, penglihatan dan hati nurani". Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur." (Q.S.Al-Mulk 67 : 23)



"...demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya, maka Allah mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." (Q.S.As-Syams 91: 7-10). 


Manusia yang bisa menahan diri dari dorongan buruk, maka akan beruntung dan mendapatkan surga dari Allah, seperti dijelaskan dalam Al Qur'an :




" Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka sungguh, syurgalah tempat tinggalnya."  (Q.S. An-Naziat 79 ; 40-41)

Seseorang yang terjerumus dalam dosa bisa disebabkan oleh dua faktor, yaitu eksternal dan internal. Faktor eksternal dapat dihindari dengan pandai memilih teman, karena persahabatan pun suka mencuri tabiat. Contohnya, saat kita akan pergi ke majelis ilmu atau pengajian, tiba-tiba tidak jadi pergi karena teman yang diajak pun tidak mau pergi atau malah mengajak ke tempat-tempat hiburan. Sedangkan faktor internal dapat dihindari dengan cara banyak berdoa, minta kepada Allah Swt agar diberi kekuatan dan teman yang sholeh. Jika yang muncul pada diri kita adalah sifat-sifat yang baik, maka kita akan menjadi bahan pembicaraan yang baik bagi generasi selanjutnya. Maka berdoalah seperti doa nabi Ibrahim: 




" Ibrahim berdo'a, "Ya Tuhanku, berikanlah ilmu kepadaku dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, jadikan aku buah tutur yang baik bagi orang-orang setelahku, jadikan aku orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan." (Q.S.Asy-Syu'araa 26 ; 83-85)

Pada saat manusia dibangkitkan dan tiap orang hanya mengurusi diri sendiri, orang-orang yang selalu memunculkan dorongan-dorongan baik pada dirinya, wajahnya akan tersenyum bahagia. Sebaliknya, yang selalu memunculkan dorongan-dorongan buruk, akan berwajah muram. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an : 



" Maka, apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala), pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, serta dari istri dan anak-anaknya. Pada hari itu, setiap orang sibuk menyelamatkan dirinya sendiri. Pada hari itu, ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan bergembira, dan pada hari itu ada pula wajah-wajah suram, yang tertutup oleh kehinaan dan kesusahan. Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka." (Q.S. Abasa 80 ; 33-42).

Selain itu, orang yang selalu mengasah jiwanya dengan dorongan yang baik, akan dipanggil dengan jiwa yang tenang dan Allah pun meridhoinya. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an:



 " Hai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Masuklah ke golongan hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku." (Q.S.Al Fajr 89 : 27-30).

Yang termasuk ke dalam golongan hamba-hamba pilihan Allah dalam ayat diatas adalah seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur'an sebagai berikut: 



"Siapapun yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya (Muhammad), mereka akan bersama-sama dengan orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu : para nabi, para pecinta kebenaran (shiddiiqiin), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (Q.S.4:69). 



" Yaitu syurga 'Adn. Mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu."  (Q.S.Ar-Ra'ad 13 : 23).

Jadi, yang termasuk golongan hamba-hamba pilihan Allah dalam dua ayat diatas yaitu: para nabi, para pecinta kebenaran (shiddiiqiin), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh serta orang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya.


Semoga bermanfaat...


Sumber : Kajian Islam Intensif Istiqamah Ramadhan, 6 Juni 2016 oleh Ust. Aam Amiruddin. 

Sumber Gambar : Google.co.id

Friday, June 24, 2016

Arti Kecantikan Sesungguhnya




Wanita yang tidak cantik bisa menjadi cantik kalau hatinya selalu memancarkan kebaikan dan kejujuran. Apa yang dikatakannya selalu mengacu pada aturan Allah Ta’ala. Wanita yang suka marah atau berlaku kurang positif dan tidak mampu menahan diri tidak termasuk dalam kategori wanita cantik, meskipun ia berkerudung. Kalau kita semakin dekat dengan Allah Ta’ala, maka rahmat dan kebaikan yang Allah berikan pada kita akan terpancar dalam diri secara otomatis. Itulah yang dinamakan Inner Beauty.

Yakni, kecantikan sesungguhnya dari dalam diri, bukan dari fisik yang langsing, kulit putih dan sebagainya. Sehingga, walaupun kita kedatangan orang yang tidak kita sukai maka kita tetap mampu tersenyum dan bisa menerima orang itu dengan baik.

Setiap orang pasti mengalami masa tua. Anti aging treatment yang murah dan paling baik adalah wudhu karena inilah yang bisa mencegah kulit keriput, menghilangkan flek hitam, mempertahankan awet muda dan membuat pipi halus. Ketika berwudhu kita pasrahkan pada Allah Ta’ala untuk membersihkan dan mensucikan kita ketika hendak bersujud dihadapan Nya. Dengan menjaga wudhu, wajah bisa menjadi bersih dan cerah. Dan air wudhu itu bisa menambah kecantikan wajah.

Setiap orang selalu ingin tampil cantik. Tetapi kecantikan itu berasal dari hati. Setiap orang akan cantik kalau orang itu selalu berbicara melalui hati.
Jadi, kebaikan hatilah yang akan memancarkan kecantikan dari diri seseorang.
Subhanallah…


Dikutip dari : Majalah Alia
Sumber Gambar : Google.co.id

Tuesday, June 14, 2016

Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolong





Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya banyak hal yang bisa membuat kita bersedih. 
Ditimpa musibah, bencana, kehilangan harta atau orang yang disayang, bahkan perlakuan dari orang di sekitar kita pun bisa membuat kita sedih dan kecewa.

Ketidakadilan dan perlakuan semena-mena kadang terasa menyakitkan bagi kita. Tidak diperdulikan atau diacuhkan kadang membuat kita sedih dan merasa terasing di dunia ini.
Begitu banyak ketidak adilan yang ada di sekitar kita, begitu banyak orang yang berbuat semena-mena, tidak memperdulikan perasaan sesamanya demi egonya.

Dalam Al Qur'an, banyak ayat-ayat yang menerangkan untuk menghadapi berbagai cobaan dengan Sabar dan Sholat...




“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah 2: 153).




“Taati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah berselisih sehingga kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang. Bersabarlah, sesunggnya Allah beserta orang-orang sabar” (Q.S.Al-Anfal 8: 46)


“Bersabarlah sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah kamu meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah tinggal didunia sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka, tidak ada yang dibinasakan, kecuali kaum yang tidak taat kepada Allah.” (Al-Ahqaf 46: 35)

Namun, kita pun harus tetap berikhtiar dengan rasa optimis untuk dapat menyelesaikan segala musibah atau masalah yang datang kepada kita, karena Allah SWT tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita.

Tetaplah bersyukur dalam kesulitan, karena setiap musibah yang datang bisa menjadi jalan untuk menghapus segala dosa dan kesalahan. Dan musibah yang datang merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT agar kita lebih matang dan dewasa dalam menghadapi segala persoalan.

Tidak selamanya peristiwa yang menyakitkan itu akan membawa keburukan. Bisa  jadi musibah yang datang akan membawa kebaikan pada kita. Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu akan datang kemudahan.

Allah Swt..sungguh maha adil, maha bijaksana...
Allah Swt sungguh mencintai umatnya yang bersabar...
Allah SWT  akan memberi keadilan bagi kita.
Berserah diri pada Allah SWT sungguh akan mampu menenangkan hati kita.

Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar:




“Kebajikan itu bukan menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat, melainkan beriman kepada Allah, Hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, menepati janji apabila berjanji, serta sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka adalah orang-orang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)


Semoga bermanfaat..

Dikutip dari berbagai sumber.

Sumber gambar : google.co.id

Thursday, June 9, 2016

Saat Kita Bersedih





Sahabat - sahabatku..

Ketika kita dilanda suatu kesedihan..
Biasanya yang ada dalam diri kita hanya rasa sedih, kecewa, marah, kesal dan emosi..
Sehingga tidak jarang kita mengambil keputusan sesaat ketika kita sedang emosi yang pada akhirnya mendatangkan penyesalan pada kita.. yang bukan hanya merugikan diri kita sendiri, tetapi orang - orang yang kita sayangi ikut dirugikan karena keputusan yang kita ambil ketika emosi ini.

Sahabatku...
Pernahkah kita merenungkan mengapa kita bisa mengalami kesedihan itu..
Ketika kita dilanda kesedihan, ketika kita disakiti oleh orang lain, dikecewakan, dikhianati... pernahkah kita renungkan.. sudah baikkah perbuatan kita terhadap orang sekitar kita... sudah sempurnakah kita tanpa kesalahan dan khilaf terhadap orang sekitar kita ?

Sahabatku...
Jika kita hanya memikirkan rasa sakit hati dan kecewa kita saja.. tentunya kita tidak akan bisa mensyukuri apa yang sudah diberikan Allah Swt untuk kita...

Bagaimanapun keadaan kita, apapun yg menimpa kita.. itulah hal terbaik yang diberikan Allah untuk kita... bagaimanapun keadaan kita.. senantiasa selalu berhuznudzan lah kepada Allah SWT dan orang orang sekitar kita.. Introspeksilah diri kita dahulu sebelum kita berfikir bahwa Allah tidak adil terhadap kita atau menyalahkan keadaan atau orang sekitar kita.

Yakinlah bahwa Allah Swt Maha tau yang terbaik untuk umat-Nya..
Allah Swt tidak pernah salah dalam memberi kepada umat-Nya..
Disetiap kesedihan, di setiap musibah yang kita hadapi...pasti tersimpan hikmah dan kebaikan untuk kita...

Berikut ada sebuah tulisan bagus yang ingin saya share disini, yang saya dapat dari rubrik Kata Kata Hikmah kiriman Ogy Febri Adlha.

" Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan Kita,
Pada saat Kita gembira, Kita gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Kita sedih, Kita sedih sepenuhnya, setelah itu Kita sudah harus bersiap menghadapi episode baru lagi.
Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu, saleh & selalu rendah hati.  Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan dan kekurangan Kita apa adanya dengan penuh syukur."

Semoga tulisan ini bermanfaat.. Wallahu a’lam…

Sumber gambar : google.co.id

Wednesday, June 1, 2016

Hati yang Lapang




"Petunjuk Allah hanya diberikan kepada orang yang spesial….
Mereka adalah orang-orang yang oleh Allah telah di-LAPANGKAN DADANYA..
Maka tak ada nikmat dan anugerah yang amat besar selain nikmat BERSIH HATI dan LAPANG DADA." (Muhammad Ghazali dalam bukunya Khuluq al-Muslim)

Allah berfirman," Siapapun yang dikehendaki Allah untuk mendapat hidayah (petunjuk), Allah akan bukakan hatinya untuk menerima Islam. Dan siapapun yang dikehendaki-Nya sesat, Allah jadikan hatinya sempit dan sesak, seakan-akan sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (Q.S 6 ; 125)

Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW mengemukakan ciri-ciri orang yang hatinya terbuka (LAPANG), yaitu senantiasa mengingat tempatnya di akhirat, menjauhi keduniaan yang memperdaya, dan membekali diri menyongsong datangnya kematian.
Nabi Muhammad sendiri… disebut Allah SWT sebagai orang yang telah dilapangkan dadanya; "Bukankan Kami telah melapangkan hatimu?"  (Q. S. 94: 1).

Menurut Muhammad Ali al-Shabuni dalam buku tafsirnya Shafwat al-Tafasir, yang dimaksud dengan dilapangkan dadanya ialah bahwa hati Nabi SAW telah DIPENUHI dengan IMAN, DITERANGI dengan CAHAYA KEBAJIKAN dan KEBENARAN, serta DISUCIKAN dari berbagai KOTORAN dan DOSA-DOSA. Di dalam dada yang lapang dan hati yang bersih disitulah bersemayam IMAN dan TAKWA.  ”Tempat takwa itu di sini!” sabda Nabi Muhammad SAW, sambil menunjuk ke dadanya.

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Abdullah bin ‘Amr dibikin penasaran oleh ”KEISTIMEWAAN” salah seorang Anshar.  Pasalnya, setiap kali melihat orang itu, Nabi SAW selalu berkata, ”Ini dia calon PENGHUNI SURGA!” 
Setelah diteliti dan diselidiki, Abdullah menjadi tahu keistimewaan orang itu. Dia adalah orang yang BERSIH HATI dan LAPANG DADA.  (H.R. Ahmad).

Orang yang bersih hati dan lapang dada, seperti dikemukakan di atas, tak lain adalah orang-orang yang mampu menekan secara maksimal kecenderungan-kecenduran buruk yang ada dalam dirinya, seperti ….rasa BENCI, DENGKI, IRI HATI, dan DENDAM KESUMAT.
Sebaliknya, ia juga mampu dan berhasil mengembangkan potensi-potensi baik yang ada dalam dirinya menjadi KUALITAS-KUALITAS MORAL (akhlaq al-karimah) yang nyata dan aktual dalam kehidupannya.

Hanya orang yang lapang dada dan bersih hati seperti itu mampu dan sanggup mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri, juga hanya orang seperti itu yang dapat merasa senang dan gembira apabila melihat saudaranya mendapat kebaikan dan anugerah dari Allah SWT.  Orang yang demikian itu pula yang kelak akan mendapat perlindungan dari Allah SWT, seperti disebut dalam Al Qur'an ; ” Yaitu pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan HATI yang BERSIH.” (Q.S. 26:88-89).

Semoga kita menjadi orang yang selalu berLAPANG DADA. Aamiin YRA..
(Sumber: Hikmah-Republika)

Sumber Gambar: google.co.id

Saturday, May 28, 2016

Orang - orang yang Didoakan Malaikat




Orang - orang yang Didoakan Malaikat itu diantaranya :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci".
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’"
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf"
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat"  (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’"  (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’".  (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang sedang makan sahur"  (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"  (Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"  (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Semoga kita bisa menjadi salah satu dari orang-orang yang didoakan oleh malaikat.. Aamiin YRA..


Sumber Tulisan Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005)

Images by : google

Thursday, May 26, 2016

Wasiat Rasulullah S.A.W kepada Aisyah




Saiyidatuna ‘Aisyah r.’a meriwayatkan, Rasulullah S.A.W bersabda, “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini…”

Intisari wasiat Rasulullah S.A.W tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka. Di antara sebab-sebabnya ialah mereka itu:
Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah.
Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
Mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah.
Membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara Yang tidak bermanfaat.
Wahai, Aisyah, ketahuilah :
  1. Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah.
  2. Bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.
  3. Bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya Pada hari kiamat.
  4. Bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.
  5. Bahwa wanita yang mengerjakan sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sholatnya.
  6. Bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun.
  7. Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk di hadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.
  8. Bahwa isteri yang mengandung (hamil) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.
  9. Bahwa isteri yang bersalin (melahirkan), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.
  10. Bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah

Yaa Allah… ampunilah kami…ampunilah dosa dosa kami…. kami bertaubat yaa kepada Mu… Allah… tunjukkanlah kami pada jalan-Mu, jalan yang Engkau ridhoi.., bimbinglah keluarga kami, jadikanlah kami sebagai istri yang solehah dan penyejuk hati, jadikan anak anak kami sebagai anak anak yang soleh – solehah, sebagai penyejuk hati bagi kedua orang tuanya dan sebagai pemimpin bagi orang orang yang bertaqwa…
Amin Ya Rabbal Alamin...

Image by : google
Copyright © 2015 Catatan Kajian Majelis Taklim Bandung
| Distributed By Gooyaabi Templates