Featured

Friday, June 24, 2016

Arti Kecantikan Sesungguhnya




Wanita yang tidak cantik bisa menjadi cantik kalau hatinya selalu memancarkan kebaikan dan kejujuran. Apa yang dikatakannya selalu mengacu pada aturan Allah Ta’ala. Wanita yang suka marah atau berlaku kurang positif dan tidak mampu menahan diri tidak termasuk dalam kategori wanita cantik, meskipun ia berkerudung. Kalau kita semakin dekat dengan Allah Ta’ala, maka rahmat dan kebaikan yang Allah berikan pada kita akan terpancar dalam diri secara otomatis. Itulah yang dinamakan Inner Beauty.

Yakni, kecantikan sesungguhnya dari dalam diri, bukan dari fisik yang langsing, kulit putih dan sebagainya. Sehingga, walaupun kita kedatangan orang yang tidak kita sukai maka kita tetap mampu tersenyum dan bisa menerima orang itu dengan baik.

Setiap orang pasti mengalami masa tua. Anti aging treatment yang murah dan paling baik adalah wudhu karena inilah yang bisa mencegah kulit keriput, menghilangkan flek hitam, mempertahankan awet muda dan membuat pipi halus. Ketika berwudhu kita pasrahkan pada Allah Ta’ala untuk membersihkan dan mensucikan kita ketika hendak bersujud dihadapan Nya. Dengan menjaga wudhu, wajah bisa menjadi bersih dan cerah. Dan air wudhu itu bisa menambah kecantikan wajah.

Setiap orang selalu ingin tampil cantik. Tetapi kecantikan itu berasal dari hati. Setiap orang akan cantik kalau orang itu selalu berbicara melalui hati.
Jadi, kebaikan hatilah yang akan memancarkan kecantikan dari diri seseorang.
Subhanallah…


Dikutip dari : Majalah Alia
Sumber Gambar : Google.co.id

Tuesday, June 14, 2016

Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolong





Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya banyak hal yang bisa membuat kita bersedih. 
Ditimpa musibah, bencana, kehilangan harta atau orang yang disayang, bahkan perlakuan dari orang di sekitar kita pun bisa membuat kita sedih dan kecewa.

Ketidakadilan dan perlakuan semena-mena kadang terasa menyakitkan bagi kita. Tidak diperdulikan atau diacuhkan kadang membuat kita sedih dan merasa terasing di dunia ini.
Begitu banyak ketidak adilan yang ada di sekitar kita, begitu banyak orang yang berbuat semena-mena, tidak memperdulikan perasaan sesamanya demi egonya.

Dalam Al Qur'an, banyak ayat-ayat yang menerangkan untuk menghadapi berbagai cobaan dengan Sabar dan Sholat...




Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah 2: 153).




“Taati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah berselisih sehingga kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang. Bersabarlah, sesunggnya Allah beserta orang-orang sabar (Q.S.Al-Anfal 8: 46)


Bersabarlah sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah kamu meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah tinggal didunia sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka, tidak ada yang dibinasakan, kecuali kaum yang tidak taat kepada Allah.” (Al-Ahqaf 46: 35)

Namun, kita pun harus tetap berikhtiar dengan rasa optimis untuk dapat menyelesaikan segala musibah atau masalah yang datang kepada kita, karena Allah SWT tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita.

Tetaplah bersyukur dalam kesulitan, karena setiap musibah yang datang bisa menjadi jalan untuk menghapus segala dosa dan kesalahan. Dan musibah yang datang merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT agar kita lebih matang dan dewasa dalam menghadapi segala persoalan.

Tidak selamanya peristiwa yang menyakitkan itu akan membawa keburukan. Bisa  jadi musibah yang datang akan membawa kebaikan pada kita. Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu akan datang kemudahan.

Allah Swt..sungguh maha adil, maha bijaksana...
Allah Swt sungguh mencintai umatnya yang bersabar...
Allah SWT  akan memberi keadilan bagi kita.
Berserah diri pada Allah SWT sungguh akan mampu menenangkan hati kita.

Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar:




“Kebajikan itu bukan menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat, melainkan beriman kepada Allah, Hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, menepati janji apabila berjanji, serta sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka adalah orang-orang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)


Semoga bermanfaat..

Dikutip dari berbagai sumber.

Sumber gambar : google.co.id

Thursday, June 9, 2016

Saat Kita Bersedih





Sahabat - sahabatku..

Ketika kita dilanda suatu kesedihan..
Biasanya yang ada dalam diri kita hanya rasa sedih, kecewa, marah, kesal dan emosi..
Sehingga tidak jarang kita mengambil keputusan sesaat ketika kita sedang emosi yang pada akhirnya mendatangkan penyesalan pada kita.. yang bukan hanya merugikan diri kita sendiri, tetapi orang - orang yang kita sayangi ikut dirugikan karena keputusan yang kita ambil ketika emosi ini.

Sahabatku...
Pernahkah kita merenungkan mengapa kita bisa mengalami kesedihan itu..
Ketika kita dilanda kesedihan, ketika kita disakiti oleh orang lain, dikecewakan, dikhianati... pernahkah kita renungkan.. sudah baikkah perbuatan kita terhadap orang sekitar kita... sudah sempurnakah kita tanpa kesalahan dan khilaf terhadap orang sekitar kita ?

Sahabatku...
Jika kita hanya memikirkan rasa sakit hati dan kecewa kita saja.. tentunya kita tidak akan bisa mensyukuri apa yang sudah diberikan Allah Swt untuk kita...

Bagaimanapun keadaan kita, apapun yg menimpa kita.. itulah hal terbaik yang diberikan Allah untuk kita... bagaimanapun keadaan kita.. senantiasa selalu berhuznudzan lah kepada Allah SWT dan orang orang sekitar kita.. Introspeksilah diri kita dahulu sebelum kita berfikir bahwa Allah tidak adil terhadap kita atau menyalahkan keadaan atau orang sekitar kita.

Yakinlah bahwa Allah Swt Maha tau yang terbaik untuk umat-Nya..
Allah Swt tidak pernah salah dalam memberi kepada umat-Nya..
Disetiap kesedihan, di setiap musibah yang kita hadapi...pasti tersimpan hikmah dan kebaikan untuk kita...

Berikut ada sebuah tulisan bagus yang ingin saya share disini, yang saya dapat dari rubrik Kata Kata Hikmah kiriman Ogy Febri Adlha.

" Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan Kita,
Pada saat Kita gembira, Kita gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Kita sedih, Kita sedih sepenuhnya, setelah itu Kita sudah harus bersiap menghadapi episode baru lagi.
Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu, saleh & selalu rendah hati.  Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan dan kekurangan Kita apa adanya dengan penuh syukur."

Semoga tulisan ini bermanfaat.. Wallahu a’lam…

Sumber gambar : google.co.id

Wednesday, June 1, 2016

Hati yang Lapang




"Petunjuk Allah hanya diberikan kepada orang yang spesial….
Mereka adalah orang-orang yang oleh Allah telah di-LAPANGKAN DADANYA..
Maka tak ada nikmat dan anugerah yang amat besar selain nikmat BERSIH HATI dan LAPANG DADA." (Muhammad Ghazali dalam bukunya Khuluq al-Muslim)

Allah berfirman,Siapapun yang dikehendaki Allah untuk mendapat hidayah (petunjuk), Allah akan bukakan hatinya untuk menerima Islam. Dan siapapun yang dikehendaki-Nya sesat, Allah jadikan hatinya sempit dan sesak, seakan-akan sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (Q.S 6 ; 125)

Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW mengemukakan ciri-ciri orang yang hatinya terbuka (LAPANG), yaitu senantiasa mengingat tempatnya di akhirat, menjauhi keduniaan yang memperdaya, dan membekali diri menyongsong datangnya kematian.
Nabi Muhammad sendiri… disebut Allah SWT sebagai orang yang telah dilapangkan dadanya; "Bukankan Kami telah melapangkan hatimu?"  (Q. S. 94: 1).

Menurut Muhammad Ali al-Shabuni dalam buku tafsirnya Shafwat al-Tafasir, yang dimaksud dengan dilapangkan dadanya ialah bahwa hati Nabi SAW telah DIPENUHI dengan IMAN, DITERANGI dengan CAHAYA KEBAJIKAN dan KEBENARAN, serta DISUCIKAN dari berbagai KOTORAN dan DOSA-DOSA. Di dalam dada yang lapang dan hati yang bersih disitulah bersemayam IMAN dan TAKWA.  ”Tempat takwa itu di sini!” sabda Nabi Muhammad SAW, sambil menunjuk ke dadanya.

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Abdullah bin ‘Amr dibikin penasaran oleh ”KEISTIMEWAAN” salah seorang Anshar.  Pasalnya, setiap kali melihat orang itu, Nabi SAW selalu berkata, ”Ini dia calon PENGHUNI SURGA!” 
Setelah diteliti dan diselidiki, Abdullah menjadi tahu keistimewaan orang itu. Dia adalah orang yang BERSIH HATI dan LAPANG DADA.  (H.R. Ahmad).

Orang yang bersih hati dan lapang dada, seperti dikemukakan di atas, tak lain adalah orang-orang yang mampu menekan secara maksimal kecenderungan-kecenduran buruk yang ada dalam dirinya, seperti ….rasa BENCI, DENGKI, IRI HATI, dan DENDAM KESUMAT.
Sebaliknya, ia juga mampu dan berhasil mengembangkan potensi-potensi baik yang ada dalam dirinya menjadi KUALITAS-KUALITAS MORAL (akhlaq al-karimah) yang nyata dan aktual dalam kehidupannya.

Hanya orang yang lapang dada dan bersih hati seperti itu mampu dan sanggup mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri, juga hanya orang seperti itu yang dapat merasa senang dan gembira apabila melihat saudaranya mendapat kebaikan dan anugerah dari Allah SWT.  Orang yang demikian itu pula yang kelak akan mendapat perlindungan dari Allah SWT, seperti disebut dalam Al Qur'an ; ” Yaitu pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan HATI yang BERSIH.” (Q.S. 26:88-89).

Semoga kita menjadi orang yang selalu berLAPANG DADA. Aamiin YRA..
(Sumber: Hikmah-Republika)

Sumber Gambar: google.co.id

Pengobatan Dengan Dzikir




Penyakit terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :
  1. Penyakit takdir, penyakit yang terjadi karena takdir Allah SWT
  2. Penyakit pilihan, penyakit yang terjadi akibat kelalaian kita dalam menjaga kesehatan.
Untuk menjadikan dzikir sebagai obat, kita harus memahami dahulu hal-hal berikut ini :

I. Pengertian Dzikir
Dzikir adalah mengingat Allah atas dasar cinta dan rindu dan berupaya mendekatkan diri dengannya dengan berorientasi untuk lebih di sayangi Allah.

II. Konteks Dzikir
Konteks zikir ini terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu :
A. Dzikir kontekstual, adalah dzikir yang dilakukan karena ada situasi tertentu
B. Dzikir universal, adalah dzikir yang dilakukan dengan situasi dan kondisi apapun

III. Objek Dzikir
Objek dzikir ini terdiri dari :

1.Dzikrullah (mengingat Allah) 

Maksudnya, hidup kita siap utk diatur dengan aturan2 dari Allah, hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sebagai berikut :

Q.S.3_190

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."  (Q.S.3 : 190).

Q.S.3_191

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S.3 : 191).

2. Dzikrul maut (mengingat kematian).
Rasul bersabda, " perbanyaklah mengingat pemusnah kelezatan, yakni kematian" (H.R.Ibnu Maja)

3. Dzikrul azab (mengingat azab).
Artinya, kita meninggalkan maksiat bukan tidak nikmat melakukan maksiat itu tapi kita meninggalkan maksiat karena mengingat akibat  maksiat itu.  Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sebagai berikut :

Q.S.6_15

Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."  (Q.S.6:15)

4. Dzikrul nikmat Allah (Menyadari nikmat Allah)
Menyadari akan nikmat yang Allah berikan ini dijelaskan dalam Al Qur'an sebagai berikut:

Q.S.35_3

"Hai manusia, ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan) ?"  (Q.S.35 : 3)

IV. Keutamaan Dzikir 
Dzikir mempunyai beberapa keutamaan, diantaranya adalah:

1.Allah akan selalu mengingat orang-orang yang berdzikir
Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sebagai berikut:

Q.S.2_152

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku." (Q.S.2 ; 152)

2. Akan melahirkan ketenangan
Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sebagai berikut:

Q.S.13_27

"Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad mu'jizat dari Tuhannya?" Katakan, Muhammad: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang yang bertaubat kepada-Nya"  (Q.S.13 ;27)


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.  (Q.S.13 ;28)

"Setiap kaum yg berkumpul dan mengingat Allah, mereka dikelilingi malaikat dan dirahmati Allah SWT"

3. Akan mendapat perlindungan Allah dihari kiamat.
Rasul bersabda, "Ada 7 golongan yang akan dilindungi Allah pada hari kiamat. Diantaranya orang yang berdzikir kepada Allah dgn menyendiri hingga berlinang air mata.. "

4. Dapat melepas ikatan syeitan.
Nabi bersabda, "Syetan mengikat kepala seseorang saat tidur dengan 3 ikatan.  Jika dia bangun dan berdzikir maka ikatan pertama akan lepas,  jika dilanjutkan dengan berwudhu akan lepas ikatan kedua dan jika sholat akan lepas ikatan ketiga. Jika dia sholat maka akan bersih jiwanya dan akalnya cerdas. Jika tidak melakukan sholat maka jiwanya kotor dan akalnya tidak cerdas."

5. Akan melembutkan hati.
Rasul bersabda, " Jangan banyak bicara kecuali yang mengandung dzikir kpd Allah. Karena sesungguhnya banyak bicara tanpa dzikir akan menggersangkan atau mengeraskan hati, dan manusia yang paling jauh dari Allah adalah orang yang hatinya gersang/keras." (H.R.Tirmidzi)

Dengan membiasakan diri berdzikir dalam segala kondisi, maka otomatis kita akan mendapatkan keutamaan-keutamaan dzikir tersebut diatas sehingga hati menjadi tenang dan segala penyakit pun bisa terobati.. insya Allah..

Sumber : Majelis Percikan Iman, oleh Ust. Aam Amiruddin

Sumber gambar : google

Monday, May 30, 2016

Pertolongan Allah




Ada 2 macam pertolongan Allah Swt, yaitu pertolongan Allah di dunia dan pertolongan Allah di akhirat.
Dalam kesempatan berikut ini akan dibahas tentang pertolongan Allah di dunia.

Ada 5 macam pertolongan Allah di dunia, yaitu :

1. Kesuksesan (keberhasilan) ; 
Suatu kesuksesan tidak luput dari pertolongan Allah Swt. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sbb : 



Dan ada lagi balasan lain yang kamu sukai, yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin." (Q.S 61:13)


2. Doa yang terkabulkan; 

Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sbb :



Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia berdo'a kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (Q.S 2 ; 186)

Berdoa tidak perlu dengan suara yang keras, cukup dengan suara lembut, karena Allah maha dekat dengan hamba-hamba Nya. Ayat ini juga menegaskan bahwa orang-orang yang selalu merawat imannya dan mentaati perintah-perintah-Nya, maka do'a nya akan lebih berpeluang terkabulkan.

3. Ketenangan bathin; 

Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sbb : 



Allah-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan mereka. Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (Q.S 48 ; 4)

Yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah untuk orang-orang mukmin, seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan, dsb.

4. Perasaan nikmat berada di jalan kebenaran; 

Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sbb; 



Siapapun yang dikehendaki Allah untuk mendapat hidayah (petunjuk), Allah akan bukakan hatinya untuk menerima Islam. Dan siapapun yang dikehendaki-Nya sesat, Allah jadikan hatinya sempit dan sesak, seakan-akan sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (Q.S 6 ; 125)

Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW mengemukakan ciri-ciri orang yang hatinya terbuka (lapang), yaitu senantiasa mengingat tempatnya di akhirat, menjauhi keduniaan yang memperdaya, dan membekali diri menyongsong datangnya kematian.

5. Mendapatkan keberkahan hidup

Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an sbb : 



Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Namun, mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S 7 ; 96)

Cara untuk mendapatkan kelima pertolongan Allah di dunia tersebut diantaranya sbb ;

1. Tinggalkanlah hal-hal yang tidak bermanfaat (Isilah hidup dengan karya-karya terbaik yang bisa kita lakukan).
 

Dijelaskan dalam Al Qur'an  sbb : 



" Seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, "Hai Musa! Sesungguhnya para petinggi negeri ini sedang berunding untuk membunuhmu. Keluarlah dari kota ini, sungguh aku tulus menasehatimu." (Q.S 28 ; 20)

2. Memelihara amanah. 

Dijelaskan dalam Al Qur'an sbb : 



Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu menghianati amanat yang dipercayakan kepadamu, padahal kamu mengetahui." (Q.S 8 ; 27). 

Yang termasuk amanat disini diantaranya adalah: Kesehatan, umur, harta, ilmu, turunan (anak), jabatan (kedudukan), dan janji.

3. Menjaga /memelihara jiwa sabar dan shalat. 

Dijelaskan dalam Al Qur'an sbb: 



Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Shalat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (Q.S 2 ; 45).  

Beberapa cara agar sholat kita khusyuk :  
  • Jadikan sholat sebagai kebutuhan, 
  • Pahami doa sholat, 
  • Eleminasi/hindari hal-hal yang akan mengganggu sholat, baik internal maupun eksternal.
4. Memperbanyak istighfar. 

Dijelaskan dalam Al Qur'an sbb : 



Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu dengan penuh kesadaran." (Q.S 3 ; 135)

Yang dimaksud perbuatan "keji" (fahisyah) adalah dosa besar yang akibatnya tidak hanya menimpa diri sendiri, tapi juga orang lain, seperti zina dan riba. "Mendzalimi diri sendiri"  ialah melakukan dosa yang akibatnya hanya menimpa diri sendiri, baik besar maupun kecil.

5. Berjihad dengan jiwa dan harta. 

Dijelaskan dalam Al Qur'an sbb : 






" Hai orang-orang beriman! Maukah Aku tunjukkan kepadamu suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihadlah di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Allah pasti mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, serta menempatkanmu di tempat tinggal yang baik didalam surga  'Adn. Itulah kemenangan yang agung." (Q.S 61 ; 10-12)

6. Rajin ber infaq/bersedekah dan meringankan beban orang lain

Rasulullah Saw bersabda: "Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama si hamba itu suka menolong orang lain." (H.R.Muslim)                                                                  

“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari  kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (H.R. Muslim)

Semoga Allah Swt senantiasa memberikan pertolongan kepada kita semua... Amin Ya Rabbal Alamin...

Sumber : Majelis Percikan Iman  oleh : Ust. Aam Amiruddin, Lc.

Image by google

Saturday, May 28, 2016

Orang - orang yang Didoakan Malaikat




Orang - orang yang Didoakan Malaikat itu diantaranya :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci".
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’"
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf"
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat"  (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’"  (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’".  (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang sedang makan sahur"  (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"  (Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"  (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Semoga kita bisa menjadi salah satu dari orang-orang yang didoakan oleh malaikat.. Aamiin YRA..


Sumber Tulisan Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005)

Images by : google
Copyright © 2015 Catatan Kajian Majelis Taklim Bandung
| Distributed By Gooyaabi Templates