Featured

Friday, August 21, 2020

Yang Maha Besar Yang Maha Agung





Penjelasan mengenai sifat Al Kabir (Maha Besar) dan Al Adzim (Maha Agung) ini terdapat dalam beberapa ayat Al Qur'an, diantaranya : 


ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

" Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah Tuhan yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar."   (Q.S.31 Lukman: 30)

Q.S. Al Mukmin: 12


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

" Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar."  (Q.S.2 Al Baqarah: 255)



فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

" Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung." (Q.S. Al Haqqah: 52)

Makna Al Kabir dan al Adzim adalah dzat yang memiliki kebesaran dan keagungan.

Dalam salah satu hadis qudsi, Allah SWT berfirman, " Kebesaran adalah selendang-Ku, sedangkan keagungan adalah sarung-Ku, maka siapa yang menyaingi Aku dalam salah satu diantara keduanya, Aku akan campakkan orang itu ke dalam neraka." 

Hadis ini bermakna, makhluk manapun tidak boleh merasa besar dan agung, karena kebesaran dan keagungan hanya milik Allah. Dan Allah akan mencampakkan orang yang merasa besar dan agung, karena hal tersebut termasuk ke dalam menyaingi Allah.

Makna Al Kibriya dan Al Adzamah (Maha Kebesaran dan Maha Keagungan) ada 2, yaitu :

1. Kembali kepada sifat Allah SWT, bahwa kepunyaan-Nya lah seluruh makna-makna keagungan dan kemuliaan. 
Seperti sifat kekuatan, kegagahan, kesempurnaan dalam hal kekuasaan, keluasan ilmu dan sifat-sifat lain yang mengandung keagungan dan kebesaran termasuk dari aspek dzat. Allah sangat besar dalam hal dzat.
Sebagaimana dijelaskan di dalam Al Qur'an, bahwa salah satu tanda kebesaran Allah adalah langit dan bumi yang tujuh beserta seluruh isinya berada dalam tangan Allah SWT. 


 تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

" Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu," (Q.S. Mulk: 1)


وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

"Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, padahal seluruh bumi ada dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan."  (Q.S.39 Az-Zumar : 67)

Nabi pernah berdoa dlm ruku dan sujudnya, " Maha suci Allah pemilik Al Jabarut (kekuasaan), Al Malakut (kerajaan), Al Kibriya (kebesaran), Al Adzoma (keagungan)."

2. Kembali kepada diri si Hamba, seluruh makhluk. 
Maknanya, tidak ada satupun di alam jagat raya ini yang layak dibesar-besarkan, diagung-agungkan, dimuliakan, dan lainnya. Maka wajib lah setiap Hamba mengagungkan Allah dengan hati mereka, dengan lisan mereka, dengan amal mereka, dengan cara mengerahkan segenap kemampuan untuk mengenal Allah dengan sejauh yang mereka bisa, mencintai Allah, kemudian menghinakan diri dihadapan Allah, takut kepada Allah. 

Diantara salah satu bentuk mengagungkan Allah SWT yaitu : 

  • Hendaklah Allah ditaati dan tidak didurhakai, 
  • Hendaklah Allah selalu diingat dan tidak diabaikan tidak dilupakan, 
  • Hendaklah Allah itu selalu disyukuri seluruh nikmat-nikmat Nya dan tidak dikufuri. 

Termasuk diantara bentuk nyata memuliakan dan mengangungkan Allah adalah :

  • Tunduk kepada seluruh syariat-Nya, hukum-hukum Nya, 
  • Tidak membandingkan/meyandingkan Allah dengan sesuatupun dari makhluk-Nya atau tidak menandingi syariat Allah dengan syariat-syariat lainnya. 
  • Menganggungkan dan menghormati apapun yang diagungkan dan dihormati oleh Allah, baik itu waktu yang diagungkan Allah, seperti bulan haram, Ramadhan, Lailatul Qadar, dll, juga tempat yang diagungkan Allah, seperti Masjidil Haram, Masjidil Aqsa, Mesjid Nabawi,dll. Juga pribadi yang diagungkan Allah, seperti para Nabi, para Rasul, para Shalihin, para sahabat Nabi. Dan juga amal-amalan yang diagungkan Allah, yaitu amal shaleh dan seluruh amal ibadah. 

Ibadah ruh nya adalah pengangungan kepada Allah SWT dan membesar-besarkan Allah SWT. Oleh krn itu, disyariatkan melaksanakan takbir dalam sholat sejak pembukaan, setiap perpindahan gerakan, sampai akhir. Untuk mengingatkan hamba tentang keMaha Agungan, keMaha Besaran Allah ditengah-tengah sholat. Maknanya, ketika sholat hanya Allah lah satu-satunya yang layak diingat, diagungkan dan diprioritaskan, sehingga tidak akan memikirkan urusan-urusan dunia didalam sholat. Dalam kata lain, urusan-urusan diluar sholat tidak akan dimasukkan kedalam sholat. 
Bahkan bukan hanya didalam sholat Allah perintahkan untuk bertakbir, tetapi dalam ibadah lain. Salah satunya setelah selesai shaum Ramadhan, kita bertakbir mengagungkan Allah. Juga ketika Haji, Allah memerintahkan takbir..

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

" Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah diberikan-Nya kepada mereka berupa hewan ternak. Makanlah sebagian dari hewan itu dan berikanlah sebagian lagi untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir."  (Q.S.22 Al-Hajj : 28)

Dengan demikian, jelaslah kedudukan takbir dan kemuliaan dari takbir ini dan betapa agungnya kedudukan takbir dalam agama ini. Oleh karena itu takbir bermakna, bahwa Allah lebih besar dari segala sesuatu dalam pandangan seorang Hamba. 
Dengan demikian, jelas pula makna Allahu Akbar. Bahwa tidak ada yang mendekati kebesaran Allah, bahkan amat sangat jauh.

Oleh karena itu, dikatakan lafadzh yang paling sempurna di kalangan orang Arab tentang makna keagungan, kemuliaan Allah SWT adalah Allahu Akbar. Maknanya, sifati dan yakini bahwa Allah SWT lebih besar dari segala sesuatu. Jadi takbir maknanya takdzim, tapi tidak sinonim. antara takbir dan takdzim tidak sinonim. Makna antara Al Kabir dan Al Adzim juga tidak sinonim. Al Kabir lebih sempurna, lebih mulia dari Al Adzim. Al Kibria lebih sempurna daripada Al Adzhomah, karena setiap Al Kibria mengandung Al Adzim dan ada makna tambahan. 

Sebagaimana perkataan Imam Tirbiyah Rahimahullah, "dalam ucapan Allahu Akbar terkandung penetapan tentang keagungan Allah. Karena kemahabesaran pasti didalamnya mencakup keagungan. Akan tetapi kemahabesaran itu lebih sempurna dari kemahaagungan."

Oleh karena itulah, ada lafadzh-lafadzh yang disyariatkan di dalam sholat, di dalam adzan, di dalam qamat dengan ucapan Allahu Akbar. Karena ucapan Allahu Akbar lebih sempurna dari Allahuadzom. Maka ucapan takbir Allahu Akbar dalam sholat tidak bisa diganti dengan yang lainnya.

Yang perlu diperhatikan dan tidak boleh dilalaikan, yaitu :
1. Setiap muslim bila meyakini dan beriman bahwa Allah SWT lebih besar dari segala sesuatu, dan segala sesuatu sebesar apapun, sehebat apapun, amat sangat super kecil dibanding kemahabesaran Allah dan keagungan-Nya, maka dia akan mengetahui dengan seyakin-yakin nya bahwa kemahabesaran Allah dan keagungan-Nya, kemuliaan-Nya dan kesempurnaa-Nya dan seluruh sifat-sifat Nya adalah tidak mungkin terjangkau oleh akal dan tidak mungkin terjangkau oleh mata dan fikiran kita. Hal ini karena saking agung dan besarnya Allah dan saking terbatas dan lemahnya kita.
Allah berfirman, "Katakan oleh Kamu, segala puji bagi Allah yang tidak memiliki anak dan tidak memiliki sekutu dalam kekuasaan-Nya ini, dan Dia pun tidak mempunyai pelindung. Maka besarkan Dia dengan sebesar-besarnya."

2. Siapa yang mengetahui isi kandungan dua nama ini, Al Kabir dan Al Adzhim, pasti dia akan merasa hina dihadapan Allah, merasa tak berarti apa-apa dihadapan Allah, dan akan menujukan segala jenis ibadah hanya kepada Allah, bukan kepada sesama makhluk. Dan pasti akan meyakini bahwa Allah satu-satunya yang berhak untuk memperoleh seluruh jenis amalan yang kita lakukan. Dan dia pun akan mengetahui bahwa seluruh orang musyrik yang menyembah kepada selain Allah, mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya pengagungan, padahal Allah lah satu-satunya yang Maha Agung, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an Surat Az-Zumar(39) : 67 dan Surat Nuh (71) : 13-20.

Maka diantara seburuk-buruk kedzaliman adalah memberikan hak yang dimiliki oleh Allah kepada makhluk selain Allah. Yaitu dengan menyembah/beribadah kepada patung-patung berhala, jin/syetan, ruh-ruh yang jasadnya sudah mati, dan lain sebagainya.

Sumber :
Kajian Tarbiyah Sunnah Online
Fiqih Asmaul Husna 
Ust. Abu Haidar As Sundawy

Sunday, August 2, 2020

Berharap Hanya Pada Allah





Saat segala sesuatu berjalan tidak sesuai dengan harapan kita, saat tidak ada seorangpun yang mau menolong kita dari kesulitan, saat segala kebaikan kita tidak dihargai, saat kita diabaikan dan dianggap tidak penting, saat segenap perhatian dan kasih sayang kita untuk seseorang tidak dibalas dengan hal yang sama bahkan tidak dianggap, saat seseorang yang kita harapkan dapat menjadi teman berbagi cerita sekedar hanya untuk meringankan beban dihati, tetapi dia tidak pernah peduli pada kita, wajarkah jika kita merasa kecewa?
Selintas terbersit perasaan wajar saja jika kita kecewa dan merasa sedih.. tetapi sebenarnya mungkin yang membuat kita menjadi kecewa itu adalah kita berharap sesuatu darinya. Berharap ingin dibantu, ingin diperhatikan, ingin sekali-sekali disapa duluan, ingin dia bisa mengerti perasaan kita, dan ingin-ingin lainnya yang semua itu berupa harapan kita kepadanya..

Jadi.. memang benarlah adanya, bahwa sebaik-baik tempat kita berharap hanyalah pada Allah SWT. Sebaik-baik tempat kita curhat hanyalah pada Allah. Karena hanya Allah lah yang paling mengerti perasaan kita, paling mengetahui apa yang kita butuhkan, paling setia dan sabar mendengarkan segala curhatan kita mau sepanjang apapun curhatan kita kepada-Nya, Allah pasti mendengarkan bahkan jika kita tetap sabar dan terus berprasangka baik serta berharap pada Allah, Allah pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik bagi masalah kita.. sedangkan berharap pada makhluk (manusia) hanya akan mendatangkan perasaan kecewa dan sedih.. Hal ini bisa kita lihat di dalam Al Qur'an :



وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

" dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap." (Q.S.94 Asy-Syarḥ : 8)


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

" ..Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya." (Q.S.65 Aṭ-Ṭalāq : 4)

Mungkin, satu-satunya cara agar kita tidak kecewa hanyalah dengan keikhlasan hati. Lakukan segala sesuatu dengan ikhlas, dengan mengharap hanya keridhoan Allah pada kita. Kebaikan kita, rasa sayang kita, ketulusan kita dalam memberi kepada siapapun, berharaplah kita akan mendapatkan keridhoan Allah dengan melakukan segala kebaikan dan ketulusan kita tersebut. Sehingga jika semua kebaikan kita tersebut tidak dibalas oleh manusia, kita akan terhindar dari rasa kecewa, karena kita yakin Allah maha mengetahui niat baik kita dan yakin bahwa Allah tidak pernah ingkar janji.

Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita untuk selalu menjaga hati dari berharap selain kepada-Nya.. Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin..

(SELF REMINDER)

Sumber gambar : google

Tuesday, July 21, 2020

Bersegera Raih Mahabatullah



Mahabatullah artinya kecintaan Allah
Jika Allah sudah cinta kepada kita, maka kita akan menemukan ketenangan hidup di dunia..

Manusia telah diberi kelebihan oleh Allah, diantaranya adalah : 
  1. Allah anugrahkan kepada manusia akal/otak yang berbeda dengan otak binatang. Akal bisa memuliakan manusia juga dapat menghinakannya.. Akal bisa membuat manusia menjadi sombong jika tidak dibarengi dengan akidah.
  2. Allah berikan nafsu ke dalam diri manusia : Jika nafsu diatas diakal, maka manusia bisa lebih rendah daripada binatang. Jika akal yang mengatur nafsu, maka kita bisa mengendalikan nafsu tersebut.
Akal dan nafsu ini harus sama-sama dibina dengan cara membentuk dan mengokohkan aqidah Islam pada individu.

Cara untuk menjadikan aqidah islam sebagai asas bagi aqiliyah dan nafsiyah :
1. Hanya mau mengambil keputusan tentang benda/perbuatan sesuai dengan hukum syara.
2. Hanya memenuhi tuntutan naluri dan kebutuhan fisik

Sedangkan cara membentuk nafsu agar bisa dibina oleh akal kita yaitu dengan :
1. Memperbanyak asupan untuk akal-akal kita: baca buku bermanfaat, ikut kajian
2. Memperbanyak amal-amal sunnah

Orang yang akal dan nafsunya sudah terbina oleh Allah dengan amalan-amalan sunnah, maka mereka akan tegar menghadapi segala cobaan dan dia akan menjadi kekasih Allah..

Pertolongan dalam meraih kemenangan hanya diberikan oleh Allah kepada kekasihNya. Maka bersegeralah kita meminta ampunan kepada Allah SWT..


أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

"Apakah kamu hadir saat maut akan menjemput Ya'qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishak, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya berserah diri kepada-Nya." "(Q.S.2 : 133)

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).


Kita harus bersegera meraih Mahabatullah, karena orang-orang mukmin yang beruntung mendapat kemenangan adalah mukmin yang berkata : "kami mendengar dan kami patuh" sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur'an :


إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

"Apabila diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara diantara mereka, hanya orang-orang mukmin yang berkata, "Kami mendengar dan kami taat." Mereka itulah orang-orang beruntung."  (Q.S.24 An-Nur : 51)


Makna dari ayat tersebut adalah bahwa sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan, 'Kami mendengar perkataannya, dan kami patuh terhadap perintahnya.' Dan orang-orang yang memiliki sifat seperti ini adalah orang-orang yang beruntung di dunia dan di Akhirat. Sedangkan orang yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya akan celaka.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

"Apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, tidaklah pantas bagi laki-laki dan perempuan mukmin untuk membuat pilihan lain. Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata." (Q.S.33 Al ahzab: 36)

Orang beriman akan patuh dan taat atas segala perintah Allah dan sunnah rasul.. 


فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan sehingga tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (Q.S.4 An-Nisa: 65)

Maksud "keberatan dalam hati" di ayat ini menunjukkan bahwa keberatan terlarang itu bukan terbatas pada ucapan dan perilaku, tetapi termasuk juga keberatan yang tidak dicetuskan selama terlintas dalam benak dan hati mereka, walaupun lintasan itu hanya mereka sendiri yang tahu.

Orang yang ingkar akan masuk ke neraka jahannam, maka kita pun diperintahkan untuk menjaga diri dan keluarga kita dari siksa neraka. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Q.S.66 At-Tahrim: 6)

Agar bisa meraih Mahabatullah, kita pun harus mengetahui dan mencontoh bagaimana cara Rasul mendekat kepada Allah.

Adapun Rasul mendekat kepada Allah dengan cara:
1. Bersegera sedekah
2. Bersegera dalam kebaikan
3. Bersegera dalam ketaatan pada Allah
4. Bersegera meninggalkan yang haram
5. Bersegera dalam berkerudung/jilbab (Q.S.33 Al-Ahzab : 59) & (Q.S.24 An Nur : 31)
6. Bersegera meninggalkan sutra. Dalam Islam, laki-laki dilarang menggunakan sutra. Perempuan boleh.

Dalam salah satu hadis disebutkan, "Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya. Maka beruntunglah orang-orang asing itu." (H.R. Muslim)

Dahulu, para Sahabat r.a beriman dan bersegera dalam melaksanakan perintah Allah.. maka mereka pun mendapatkan mahabatullah.

Untuk sampai ke surga/neraka, kita harus melewati 4 terminal terlebih dahulu, yaitu :
1. Alam rahim
2. Alam dunia
3. Alam kubur
4. Alam hisab

Setelah melewati 4 alam itu, maka kita akan melewati As-Shirat, yaitu jembatan dari sehelai rambut dibagi tujuh. Dan kita pun akan masuk ke surga/neraka.
Ada sebagian kecil dari umat rasulullah yang melewati jembatan itu seperti kilat, langsung masuk surga, mereka itu adalah syuhada. Dan sebagian kecil yang melewati jembatan itu secara perlahan tapi selamat. Dan ada sebagian besar dari umat Rasul yang syafaat Rasul tidak dapat menolongnya, maka dia akan terjatuh ke dalam neraka.


Sumber :
KISS (Kajian Islam Selama Sepekan) /Kajian Khusus Ramadhan
Hotel Horison Bandung, 22 Mei 2018. 
Ust. Fatih Karim

Thursday, July 9, 2020

Tawakkal Kunci Kebahagiaan





Masalah adalah ketidak sesuaian antara harapan dan kenyataan.

Penyebab kita selalu berkeluh kesah dan gelisah, diantaranya adalah:
1. Soal pasangan. 
Ada yang resah karena sudah waktunya menikah tapi belum dapat jodoh saja. Ada yang sudah menikah tapi banyak konflik dalam rumah tangga karena ketidak percayaan/kecurigaan, dll. Berpasangan tapi sudah kehilangan rasa yang seharusnya ada.. saling mencintai, saling menghargai, saling percaya, dll itu sudah hilang. Dan pasangan yang bahtera rumah tangga nya karam.

2. Soal anak. 
Banyak yang sudah menikah lama tapi belum dikaruniai anak.

3. Sakit. 
Ketika kita diterpa sakit yang tidak kunjung sembuh atau penyakit yang tidak terjangkau biaya nya.

4. Soal pekerjaan. 
Saat kita belum punya pekerjaan akan didera rasa gelisah.

5. Soal finansial. 
Bagi yang sedang banyak kebutuhan, yang dililit hutang, yang mau menikah tapi tidak punya biaya, biasanya akan menimbulkan keresahan.

Sesungguhnya yang memberatkan itu bukan masalahnya, tapi ketika kita tidak bisa menerima kenyataan akan masalah-masalah tersebut.
Yang membuat kita tidak bahagia itu bukan ujiannya, tetapi kita yang belum bisa melewati ujian tersebut.

Lalu bagaimana agar kita bisa menjadi orang yang bahagia dengan segala masalah-masalah yang datang pada kita?

1. Kita Harus Mulai Belajar Mempercayakan Dan Mengandalkan Allah Untuk Mengurus Segala Masalah Kita, karena :
A. Allah yang paling paham tentang kita, yang paling mengetahui apa yang kita butuhkan. Apa yang hilang dari kita pasti Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.

B. Karena kita tidak dirancang untuk menyelesaikan segala masalah sendiri.

C. Karena jika kita mengandalkan Allah pasti berhasil. 
Seperti dijelaskan dalam Al Qur'an : 


وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Siapapun yang bertawakal kepada Allah, pasti Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguh, Allah telah menetapkan ukuran untuk setiap sesuatu." (Q.S.At-Talaq 65 : 3)

Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa, barangsiapa yang mengandalkan Allah dalam segala urusannya, maka Allah akan memenuhi segala kebutuhannya.

D. Karena didalam Al Qur'an Allah sudah menjamin, siapapun yang berdoa pada Allah, Allah akan mengabulkan. Jika itu tidak baik, pasti Allah ganti dengan yang lebih baik. Berdoa harus dengan ketawakalan, yaitu tidak bertele-tele, tidak memaksa, karena: 
- Di balik kesulitan pasti ada kemudahan. 
- Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan kita. 
-  Allah sudah menyiapkan pahala bagi orang yang sabar, yang tidak ada wadah yang cukup untuk menampung kesabarannya. Maka dia akan masuk syurga tanpa hisab. 

2. Pelajari Segala Teori-teori Agar Kita Berhasil/Sukses. 
Jangan jadikan segala kekurangan kita sebagai pembenaran atau menganggapnya sebagai takdir dari Allah, tapi pelajari bagaimana caranya untuk bisa memperbaiki diri.

3. Berserah Diri Pada Allah. 
Yang disebut tawakal itu adalah hati kita bergantung pada Allah. Tetap berikhtiar yang terbaik tetapi menyerahkan segala hasilnya hanya pada Allah. Maka ketika berhasil tidak akan sombong, dan ketika gagal tidak akan berputus asa.

Hikmah dari tawakal/ Hasil membangun kepercayaan kita kepada Allah :
1. Semakin tenang menjalani kehidupan.
2. Semangat mencari harta yang halal.
3. Lebih positif menyikapi masalah.


Sumber : Kajian Majelis Percikan Iman
Minggu, 22 April 2018
Ust. Dedi Hariadi, Lc.

Saturday, July 4, 2020

Kunci Sukses Meraih Kebahagiaan




Selama kita hidup, kita akan diuji dengan 2 hal, yaitu keburukan dan kebaikan. 
Ketika kita diuji dengan kebaikan, kita harus bersyukur dan ketika diuji dengan keburukan kita harus sabar, karena pada akhirnya semua akan kembalin pada Allah SWT.
Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an :


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (Q.S. Al Anbiya 21 : 35)


Pintu untuk menuju bahagia itu ada 3 :
1. Syukur :
Jika kita bersyukur pada Allah, sesungguhnya kita bersyukur untuk diri sendiri, kebaikannya pun untuk diri kita sendiri. Seperti dijelaskan dalam Al Qur'an :


وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
"Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.""
(Q.S. Luqman 31 : 12)

2. Sabar
Jika kita sedang diuji dengan kebaikan dan keburukan, kita harus waspada terhadap bisikan2 buruk yang datang dalam hati kita.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (Q.S. Ali Imran 3 : 200)

3. Muroqobah / Perbaikan diri
Jika kita selalu melakukan perbaikan diri, maka insya Allah saat menghadap Allah kita akan berada dalam puncak keimanan (Husnul Khatimah). 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh, mudah-mudahan Tuhan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yaitu pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman yang bersama dengannya; cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya untuk kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."" (Q.S. At Tahrim 66 : 8)


Cara/trik agar kita bisa menjadi orang yang syukur.

Syukur secara bahasa artinya menempatkan sesuatu secara proporsional, atau menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Menurut para ahli tafsir, pengertian syukur adalah :
1. Syukur artinya menggunakan nikmat Allah sesuai dengan yang dikendaki Allah.
2. Syukur berarti mengungkapkan terimakasih pada Allah dengan cara melaksanakan perintah-perintah Nya dan menjauhi apa-apa yang dimurkai Nya.

Imam Gozali menyebutkan 3 cara bersyukur :
1. Syukur dengan hati, yaitu mengakui dan menyadari segala nikmat.
2. Syukur dengan lisan, mengemukakan rasa syukur dengan ucapan.
3. Syukur dengan perbuatan, kita  melaksanakan perbuatan-perbuatan sebagai ungkapan rasa syukur kita.

Ayat-ayat di dalam Al Qur'an yang menyuruh kita untuk bersyukur diantaranya adalah:

Q.S.Ar Rahman 55 » Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Allah telah banyak memberikan kenikmatan bagi manusia di bumi ini, maka sudah sepantasnya kita bersyukur pada Allah.


Q.S Al Infithar 82 : 6-9 » Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah menyempurnakan penciptaan tubuh kita, maka sudah sepantasnya kita bersyukur pada Allah.

Macam-macam nikmat yang wajib disyukuri :

1. Nikmat sehat dan umur .
Sabda rasul :"ada 2 macam nikmat yg sering dilupakan manusia, yaitu kesehatan dan kesempatan hidup.."

2. Nikmat kemampuan berfikir/akal.
Kita keluar dari rahim ibu dalam keadaan tidak mengetahui apapun, lalu Allah memberi kita pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kita bisa bersyukur dan berpikir.


وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur." (Q.S. An Nahl 16 : 78)

3. Nikmat hidayah.
Hidayah artinya petunjuk hidup yang terdapat dalam Al Qur'an dan Sunnah. 

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
"Siapa pun yang dikehendaki Allah untuk mendapat hidayah (petunjuk), Allah akan bukakan hatinya untuk menerima Islam. Dan siapa pun yang dikehendaki-Nya sesat, Allah jadikan hatinya sempit dan sesak, seakan-akan sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (Q.S. Al An'am 6: 125)

Wilayah syukur :
I. Bersyukur kpd Manusia :
A. Bersyukur/berterimakasih kepada orangtua (walaupun orgtua kita baik/tidak) 


وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila anak itu telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, \"Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.\". (Q.S. Al Ahqaf 46 : 15)

Cara berbakti pada orangtua :
1. Mendoakan
2. Mengalah utk hal-hal yang tidak prinsipil
3. Tidak boleh membentak / menggunakan kata-kata kasar.

Cara berbakti pada orangtua yang sudah wafat:
1. Mendoakan
2. Mewujudkan cita-cita baiknya
3. Meneruskan kebiasaan baiknya
4. Bersilaturahmi dengan saudara-saudara dan teman-temannya.

B. Bersyukur/ berterimakasih pada pasangan hidup.

Rasul bersabda, "Salah satu hal yg membuat perempuan banyak masuk neraka adalah karena dia tidak mensyukuri nikmat yang diberikan oleh suaminya.."


II. Bersyukur kepada alam.

Maksudnya, kita harus menjaga keseimbangan alam sebaik-baiknya. Contohnya, buang sampah pada tempatnya, menanam pohon, reboisasi, dll.

Sifat-sifat yang melahirkan kufur nikmat :

1. Kikir. 
Kikir bukan hanya masalah materi. Tetapi hal yang lainnya, termasuk dalam mempergunakan waktu yang Allah berikan selama 24 jam kepada kita, tetapi kita kikir untuk menjalankan ibadah dalam waktu yang diberikan Allah itu. Juga dalam hal Kikir untuk memuji, kikir untuk meminta maaf, kikir untuk bersikap ramah, dll.

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa kikir itu baik bagi mereka, padahal kikir itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan di lehernya pada hari Kiamat. Hanya milik Allah warisan yang ada di langit dan di bumi. Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan."  (Q.S. Ali Imran 3 :180)

2. Boros. 
Boros juga bukan hanya dalam hal materi. Tapi dalam hal waktu, waktu yang diberikan Allah dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Juga boros dalam omongan, banyak menggunjingkan orang lain atau mengomel tidak terkendali. 


وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا. إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

"Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal. Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi bagi siapa yang Dia kehendaki; sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya."  (Q.S. Al Isra : 29-30)

3. Dengki. 
Dengki artinya senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. 
Kita tidak boleh merasa dengki karena setiap orang akan diuji dengan kebaikan dan keburukan. 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (Q.S. Al Anbiya 21 : 35)

Rasul bersabda, " Jauhi olehmu dengki, karena akan memakan segala kebaikan seperti api yang memakan kayu bakar." (H.R.Abu Daud)

Semoga kita bisa selalu istiqomah untuk menghindari hal-hal yang akan membuat kita menjadi kufur nikmat, agar kita bisa selalu bersyukur kepada Allah dan kebahagiaan akan menghampiri kita dengan sendirinya.. Aamiin yaa Rabbal Alaamiin.. 


Sumber : 
Kajian Majelis Percikan Iman
Ust. Aam Amiruddin, Lc


Tuesday, June 30, 2020

Menjadi Pribadi Pemaaf




Ada beberapa alasan mengapa kita sebagai manusia harus menjadi pemaaf, yaitu karena :

1. Manusia itu tidak steril/suci dari kesalahan/dosa, seperti disebutkan dalam Al Qur'an Surat Yusuf sebagai berikut : 


۞ وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ


" Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Q.S.12. Yusuf : 53)

2. Orang beriman harus meneladani sifat pemaaf Rasul. 
Orang yang hebat adalah orang yang bisa memaafkan orang yang telah menyakitinya.. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an surat Ali Imran sebagai berikut : 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

" Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."  (Q.S.3. Ali Imran : 159)

3. Kita harus belajar pada sifat pemaaf nya Allah SWT. 
Allah pun yang maha suci dari segala kesalahan, begitu hambanya melakukan kesalahan dan minta ampun, maka Allah memaafkan kesalahan hamba-Nya. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an Surat Az-Zumar sebagai berikut : 

 قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

" Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(Q.S.39. Az Zumar : 53)

4. Karena kita diperintah Allah untuk menjadi pemaaf, untuk membalas keburukan dengan kebaikan dan mengajak orang lain kepada kebaikan dan berpaling dari orang-orang jahil. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an Surat Al A'raf 199 sebagai berikut :


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ

" Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."  (Q.S.7. Al A'raf : 199)



Saat kita bisa menjadi pribadi yang pemaaf, ada beberapa hikmah yang bisa didapatkan, yaitu :

1. Akan mendapatkan pahala langsung dari Allah.


وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

" Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim." (Q.S.42. Asy-Syu'ra : 40)

2. Karena jiwa maaf itu indikator orang takwa.


 وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ. الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

" Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan," (Q.S.3. Ali Imran : 133 - 134)

3. Akan semakin mempererat silaturahmi.

4. Akan mendatangkan ampunan Allah.

Poin ke tiga dan ke empat dijelaskan dalam Al Qur'an surat An Nur 22 dan At Tagabun 14 sebagai berikut :

وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖوَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

" Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."  (Q.S.24. An-Nur : 22)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

" Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Q.S.64. At-Tagabun : 14)

5. Akan melahirkan kemuliaan.
Rasul bersabda, " Allah akan menambah kemuliaan kepada hamba yang pemaaf. Dan Allah akn meninggikan derajat orang yang rendah hati" (H.R.Muslim).



Sedangkan untuk bisa menjadi pemaaf, kita harus :

1. kendalikan marah.  Melatih untuk mengendalikan marah, tidak boleh sering marah. Marah harus pada tempatnya/objeknya seperlunya saja, jangan berlebihan.. 

 وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ. الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

" Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan," (Q.S.3. Ali Imran : 133 - 134)

Cara mengendalikan marah :

  1. Membaca ta'awudz : audzubilahiminasyaitonirojim..
  2. Berubah posisi. Bila seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Jika masih marah juga berbaringlah.. 
  3. Tidak bicara. Karena saat emosi biasanya sangat memungkinkan kata-kata kita menyakiti hati orang lain.. jadi lebih baik diam dulu, bicaralah saat marah sudah reda.
  4. Berwudhu.. sesungguhnya marah itu dari setan dan setan itu dari api, dan api dapat dipadamkan oleh air.
  5. Sholat syukrul wudhu. Karena saat sholat tidak mungkin kita sambil marah-marah.


2. Meminimalisir Jiwa Egoisme. karena orang yang egois akan sulit untuk memaafkan orang lain dan enggan untuk meminta maaf.
"Hendaklah kalian saling memberi, karena hadiah dapat menghilangkan egoisme. Janganlah seorang meremehkan pemberian orang lain. Sekalipun hanya sepotong kaki kambing." (H.R.Tarmidzi).

3. Tumbuhkan Jiwa Tawadhu (Rendah Hati). Karena dengan kerendahan hati kita akan mudah untuk memaafkan.. 

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

" Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu."
(Q.S.As syuara 26 : 215). 

4. Utamakan keridhoan Allah SWT. Jika kita sdh mengutamakan ridho Allah, maka segala rasa sakit hati, kecewa dan sebagainya akan mudah untuk dikalahkan, bahkan kita akan mampu untuk meminta maaf walaupun tidak salah.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya." (Q.S.Al BAqarah 2 : 207) 


Kajian Majelis Percikan Iman 
Ahad, 25 feb 2018 
Ust. Aam Amiruddin

Monday, August 12, 2019

Meneladani Ibrahim Agar Menjadi Kekasih Allah.




Nabi Ibrahim merupakan kekasih Allah. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an : 


وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

" Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-(Nya)."  (Q.S.4 An Nisa : 125).

Inti dari agama adalah Islam. Totalitas diri kita kepada Allah, berbuat baik, menyembah Allah dengan sebaik-baiknya dengan perasaan seolah-olah Allah sedang melihatnya, dan mencontoh yang baik-baik saja.

Ibrahim diangkat sebagai kekasih Allah karena :

1. Ibrahim adalah pribadi yang meng tauhidkan Allah, dan Ibrahim tidak termasuk kepada orang yang musyrik (tidak melakukan hal-hal yang mengandung syirik, walaupun itu syirik kecil seperti melakukan ritual-ritual yang tidak diajarkan agama Islam, melakukan sesuatu yang bukan sebab dianggap menjadi sebab, contoh : semenjak memakai cincin batu, rejeki semakin bertambah, dll. Diantara syirik asghar yang tidak terasa adalah riya. 
Ibrahim pun berani menghancurkan kemusyrikan dan kemungkaran, dengan menghancurkan berhala-berhala.
Inti dari tauhid adalah meng ikhlaskan ibadah hanya untuk Allah SWT.  Dan salah satu hal yang bisa menghapus amal adalah syirik dan riya.
Diantara doa Ibrahim yang menyelamatkannya saat dibakar oleh orang kafir adalah : "HasbunAllah wa nikmal wakil" ( cukuplah Allah sebagai pelindung/penolong).
Hal ini bisa kita teladani, saat menghadapi masalah bukan curhat dan berharap kepada makhluk/manusia, tetapi curhat dan berharaplah hanya kepada Allah SWT.

2. Ibrahim adalah pribadi yang sangat patuh dan taat kepada Allah. 
Contoh : Ibrahim melakukan khitan dalam usia 80 thn dengan menggunakan batu saat turun perintah kewajiban khitan untuk laki-laki dari Allah, tanpa bertanya kenapa dia harus melakukan hal tersebut. 
Ibrahim selalu melaksanakan semua perintah Allah dan menerima semua ujian dari Allah tanpa bertanya kenapa Allah memberikan cobaan itu kepadanya. Begitu pula saat beliau bermimpi menerima perintah dari Allah harus menyembelih anaknya. Beliau menyampaikan pada anaknya dan melaksanakan perintah tersebut tanpa bertanya kenapa Allah memerintahkan hal tersebut kepadanya.
Oleh karenanya, apa yang dilakukan oleh nabi Ibrahim menjadi napak tilas bagi umat muslim dalam melakukan ritual-ritual dalam ibadah haji, seperti melempar jumrah, safa marwah, dll.
Agama tidak boleh diukur oleh akal, oleh karenanya kita tidak perlu bertanya dan komplain kenapa kita harus melakukan ibadah. Tidak boleh ada ganjalan sedikit pun saat melakukan ibadah. Karena saat masih ada ganjalan dalam hati, maka kita tidak disebut sebagai orang yang beriman. 

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


" Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (Q.S.4 An Nisa : 65)

3. Ibrahim adalah pribadi orang yang ridho dan ikhlas terhadap semua keputusan dan takdir Allah SWT. Ridho inilah yang mendorong Ibrahim menjadi kekasih Allah SWT.
Jika kita ingin ridho terhadap takdir Allah  jangan pernah membandingkan apapun dengan orang lain, karena hal itu bisa menjadikan kita kufur nikmat.
Nabi bersabda, "Aku bangga dengan pribadi muslim. Karena semua urusan muslim itu baik/hebat. Jika dia mendapatkan kebaikan dia bersyukur dan jika mendapat kepahitan itu pun menjadi kebaikan baginya." (H.R. Imam Bukhari)

Kita harus meyakini, bahwa apapun keputusan Allah bagi kita, itulah yang terbaik bagi kita.

Agar kita bisa bertauhid kepada Allah dengan benar seperti nabi Ibrahim, salah satu caranya adalah mencari ilmu agama yang benar, rajin mendatangi majelis taklim dengan ulama yang benar-benar memegang teguh kepada Al Qur'an dan hadis. Jika hal ini  istiqomah dilakukan maka lama kelamaan akan membentuk karakter menjadi pribadi yang lebih sholeh dan bertauhid yang benar kepada Allah.

Resensi : 
Majelis Percikan Iman 
4 Agustus 2019
Masjid Trans Studio Bandung

Ust. Budi Hataat, Lc.

Wednesday, July 24, 2019

Manusia Masalah dan Solusinya





Allah memanggil manusia di dalam Al Qur'an dengan 4 panggilan, yaitu :

1. An Naas : Allah memanggil manusia dalam Q.S. Al Baqarah 21 dengan sebutan An Naas dan manusia harus punya ciri khusus, dalam sebutan ini ciri khusus nya adalah ibadah.


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

" Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." (Q.S.2 Al Baqarah : 21)

2. Al Insan : Allah menyebut manusia dalam Q.S. At Tin 4 - 6 dengan sebutan Al Insan, yang punya ciri khusus akhlak yg mulia, krn Al Insan hrs menjunjung tinggi Allah. Setinggi apapun jabatan manusia akan hancur jika tidak punya ahlak yang mulia. Moralnya akan rusak.


لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ. ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ

" Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya." (Q.S.95 At-Tin 4-5)


3. Basyarun : Dalam Qur'an Surat Al Mu'minun 33 Allah menyebut manusia dengan panggilan Basyarun sebagai makhluk biasa yang butuh makan, minum dan tidak bisa hidup sendiri.

وَقَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِلِقَاۤءِ الْاٰخِرَةِ وَاَتْرَفْنٰهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ مَا هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۙ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُوْنَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُوْنَ

" Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia, “(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan apa yang kamu makan, dan dia minum apa yang kamu minum.” (Q.S.23 Al-Mu'minun : 33)


4. Bani Adam : Dalam Qur'an surat Al A'raf 172 disebutkan bahwa manusia sebagai anak cucu Adam (Bani Adam) punya sejarah hidup sendiri-sendiri, nasib sendiri-sendiri, tapi agamanya bisa sama. 

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” " (Q.S.7 Al A'Raf : 172)


Dari semua panggilan tersebut, pada akhirnya ada kesimpulan bahwa tidak ada manusia yang tidak mempunyai masalah. Hal ini pun disebutkan dalam Al Quran surat AL Balad 4 :


لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (Q.S.90 Al-Balad : 4)


Manusia adalah makhluk yang bermasalah, pembuat masalah dan tidak bisa lepas dari masalah.

Dari sebutan pertama dan kedua, menandakan bahwa ibadah dan akhlak manusia bisa berbeda diantara anggota keluarga sekalipun. Ada yang suaminya sholeh istrinya tidak atau sebaliknya, atau orangtuanya shaleh/shalehah tetapi anaknya hancur keimanan dan ketakwaannya.. atau juga bisa sebaliknya. 

Dari sebutan ke tiga membuat kebanyakan manusia mempunyai kecenderungan lebih kuat kepada dunia daripada kecenderungan pada akhirat, karena manusia punya banyak kebutuhan untuk hidup. Hal inilah yg menyebabkan manusia banyak melakukan maksiat. Padahal saat manusia meninggal, yang akan dibawa ke alam kubur hanyalah amalan kita.

Dari sebutan ke empat membuat manusia kadang merasa iri dengan kelebihan atau keberhasilan orang lain.

Islam sebagai agama yang sempurna, bisa memberikan solusi untuk semua masalah yang dihadapi manusia.

Ada 7 teori yang bisa menghantarkan manusia pada kesuksesan, dalam arti sukses mengatasi segala masalah, sehingga bisa menikmati hidup dengan nyaman ;

1. Menyerahkan jiwa raga hanya untuk Allah. 

Ibadah kita, kerja kita, usaha kita semua karena Allah. Tetapkan dalam hati, bahwa ibadah kita, hidup kita dan mati kita pun ikhlas hanya untuk Allah. Karena jika mencari kepuasan dunia itu sebetulnya hanya sementara tapi kenikmatan di akhirat akan kekal. Oleh karena itu kita pun harus selalu minta tolong dan berharap pada Allah, karena jika minta tolong dan berharap pada manusia kita bisa kecewa dan merasa cape.
                                                   
2. Kita harus yakin bahwa yang mengatur hidup kita adalah Allah. 

Bukan orang lain yang mengatur hidup kita. Jika kita sudah meyakini bahwa semua sudah diatur oleh Allah, maka apapun yang terjadi pada hidup kita, kita tidak akan merasa galau. Karena yakin Allah sudah mengatur semuanya. Dengan keyakinan ini kita akan merasa ringan dalam menghadapi segala masalah.
                                                 
3. Jadikan ibadah itu sebagai hobi kita, lebih dari hidup kita. 

Jika kita selalu mendekatkan diri pada Allah dengan ibadah yang sebaik-baiknya karena mengharapkan cinta Allah, maka Allah pun akan mencintai Kita. Hal ini disebutkan dalam AL Qur'an Surat Ali Imran 31-32 sebagai berikut :                                                                                                               
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ ۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ

"Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”"    
                 
4. Hiasi diri dengan akhlak mulia. 

Karena inilah yang menjadi solusi dalam kehidupan dan akan mendatangkan banyak barokah. Orang yang berakhlak mulia bukan hanya dicintai Allah, tapi orang-orang di sekitarnya pun akan menyukainya, Hal inilah yang akan mendatangkan barokah.                                                                                 
5. Sabar dan Syukur. Kita akan merasa lelah menjalani hidup jika tidak mempunyai kesabaran yang dilandasi dengan keihlasan, karena orang yang sabar belum tentu ikhlas tetapi orang yang ikhlas sudah pasti akan mempunyai kesabaran. Karena orang yang ikhlas adalah orang yang menggantungkan hidupnya hanya pada Allah. Bersyukur dalam segala kondisi akan mendatangkan rejeki dan pertolongan Allah.  

 
6. Disiplin dengan aturan Allah dan rajin berinfak. 

Sedikit saja melanggar aturan Allah,  bisa merusak segala-galanya. Rajin berinfak akan mendatangkan 3 keuntungan, yaitu bisa menolak bala, bisa membuat kaya, bisa melipat gandakan harta yang diinfakkan. Hal ini disebutkan dalam Qur'an Surat Al-Baqarah 261 sebagai berikut :
                                                                                        
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ                                 

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." 
                                                                                                            
7. Sholatlah di malam hari disaat orang tertidur lelap dan berdoalah dengan sepenuh hati kepada Allah. 
Karena pada waktu itu Allah turun ke langit dunia dan akan mengabulkan semua permintaan hambaNya yang meminta pada pertengahan malam itu.



Ketujuh kunci ini akan bisa kita amalkan jika dibarengi dengan ilmu. Salah satu caranya dengan menghadiri berbagai majelis taklim/ilmu, untuk memperkaya ilmu agama kita, sehingga kita tidak akan salah dalam mengamalkannya. Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman diantara kamu dan yang gemar mencari ilmu.


Sumber : Kajian Majelis Percikan Iman oleh Ust. KH. Komaruddin Sholeh.

Copyright © 2015 Catatan Kajian Majelis Taklim Bandung
| Distributed By Gooyaabi Templates